TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis,
biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ lain dari tubuh (
Kelenjar, Otak,Tulang,Usus,Ginjal, Tulang dsb. )
GEJALA GEJALA TBC
Gejala utama: batuk
berdahak selama 2 minggu atau lebih.
Gejala tambahan
dahak bercampur darah, batuk darah,
sesak napas dan rasa nyeri dada,
badan lemah,
nafsu makan menurun, berat badan turun,
rasa kurang enak badan (malaise),
berkeringat pada malam hari walaupun tanpa kegiatan,
demam meriang yang berulang lebih dari sebulan
DIAGNOSA TB PADA ORANG DEWASA
1.DIAGNOSIS TB PARU
Pemeriksaan bakteriologis :
·
Mikroskopis langsung, melalui pemeriksaan sputum
( dahak )
Pengumpulan
spesimen dahak dilakukan 3 kali yaitu Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS):
Sewaktu (S):
Spesimen pertama adalah dahak yang dikumpulkan pada saat suspek TB datang
berkunjung pertama kali ke Fasilitas
Kesehatan.
Pagi (P):
Spesimen kedua adalah dahak yang dikumpulkan dirumah pada pagi hari kedua
segera setelah bangun tidur.
Sewaktu (S):
Spesimen ketiga adalah dahak yang dikumpulkan di Fasilitas Kesehatan pada hari
kedua setelah suspek menyerahkan spesimen kedua.
·
GeneExpert
·
Biakan
TIDAK DIBENARKAN PEMERIKSAAN TB :
·
pemeriksaan
Serologis,
·
hanya berdasarkan pemeriks foto toraks saja
·
hanya
dengan pemeriksaan uji
tuberkulin
2. DIAGNOSA TB EKSTRA PARU
Gejala dan keluhan tergantung
pada organ yang terkena : kaku kuduk pd
meningitis TB, nyeri dada pd TB pleura (Pleuritis), pembesaran kelenjar limfe
superfisialis pd limfadenitis TB, gibbus (spondilitis TB), dll
Diagnosa pasti : Pemeriksaan
klinis, Pemeriksaan bakteriologis & atau hispatologis dr uji yg diambil dr
organ tubuh yg terkena
DEFINISI PASEN TBC
Pasien TB
berdasarkan hasil konfirmasi pemeriksaan Bakteriologis:
Adalah seorang pasien TB yang
dikelompokkan berdasar hasil pemeriksaan contoh uji biologinya dengan
pemeriksaan mikroskopis langsung, biakan atau tes diagnostik cepat (misalnya:
GeneXpert)
.
Yang Termasuk dalam kelompok pasien ini
adalah:
a) Pasien
TB paru BTA positif
b) Pasien
TB paru hasil biakan M.tb positif
c) Pasien
TB paru hasil tes cepat M.tb positif
d) Pasien
TB ekstraparu terkonfirmasi secara bakteriologis, baik dengan BTA, biakan
maupun tes cepat dari contoh uji jaringan yang terkena.
e) TB
anak yang terdiagnosis dengan pemeriksaan bakteriologis.
Pasien TB terdiagnosis secara Klinis:
Adalah
pasien yang tidak memenuhi kriteria terdiagnosis secara bakteriologis tetapi
didiagnosis sebagai pasien TB aktif oleh dokter, dan diputuskan untuk diberikan
pengobatan TB.
Termasuk dalam kelompok pasien
ini adalah:
Pasien
TB paru BTA negatif dengan
hasil pemeriksaan foto toraks mendukung TB.
Pasien
TB ekstraparu yang terdiagnosis secara klinis maupun
laboratoris dan histopatologis tanpa konfirmasi bakteriologis.
TB
anak yang terdiagnosis dengan sistim skoring.
Bila kemudian terkonfirmasi
bakteriologis positif diklasifikasi ulang sebagai pasien TB terkonfirmasi
bakteriologis.
KLASIFIKASI BERDASARKAN RIWAYAT PENGOBATAN
SEBELUMNYA
1.
PASIEN BARU
Adalah Pasen yang belum pernah menelan Obat OAT atau Pernah menelan OAT
kurang dari 1Bulan ( 28 hari )
2.
PASIEN YANG PERNAH MENELAN OAT Lebih dari 28 Hari
o KAMBUH
Adalah Pasen yang pernah sembuh kemudian
terkonfirmasi kembali secara Bateriologis ataupun klinis
o GAGAL
Adalah Pasen yang pada akhir Pengobatan
masih tetap Positif secara bakteriologis (BTA Tetap POS)
o SETELAH
PUTUS BEROBAT (LOST TO FOLLOW UP)
o LAIN-LAIN
Adalah Pasen yang tidak diketahui hasil Akhir pengobatannya
3. PASIEN
TB Yang Riwayat Pengobatanya tidak diketahui
4.
BERDASARKAN HASIL UJI KEPEKAAN OBAT
o
MONO RESISTEN à Resisten 1 jenis Obat
Lini Pertama
o
POLI RESISTEN à Resisten lebih dari 1
Jenis OAT lini Pertama Kecuali R dan H secar bersamaan
o
MDR à Resisten terhadap Rdan
H
o
TB XDR à TB MDA pada lini 2 (
Fluorokuinolon dan 1 Jenis Suntikan Lini
2 : Kanamisin, Kapreomisin, dan Amikasin )
o
RESISTEN R (TB RR) à R dengan Tanpa Obat
lain.
5.
BERDASARKAN STATUS HIV à Pasen TB dengan ODHA à
HIV dengan ART ATAU HIV POS pada saat di diagnosa TB DAN TB pada HIV NEG
6.
PASIEN TB DG STATUS HIV TDK DIKETAHUI
TUJUAN PENGOBATAN PASEN TB
:
a)
Menyembuhkan pasien,
b)
Mencegah kematian,
c)
Mencegah kekambuhan,
d)
Menurunkan peularan TB
e)
Mencegah terjadinya dan penularan TB resistan OAT
PRINSIP PENGOBATAN TB :
1)
OAT kombinasi minimal 4 macam obat, untuk mencegah
terjadinya resistensi
2)
Diberikan dlm
dosis tepat sesuai kategori pengobatan. Hindari monoterapi.
3)
OAT- Kombinasi Dosis Tetap (KDT) lebih menguntungkan dan
dianjurkan.
4)
Ditelan secara teratur dan diawasi scr lsg oleh
Pengawasan Menelan Obat (PMO)
5)
Diberikan dalam jangka waktu yang cukup 2 tahap,
yaitu tahap awal dan lanjutan untuk mencegah kekambuhan
TAHAP PENGOBATAN TB
A.
FASE AWAL
Pengobatan
setiap hari.
Secara
efektif menurunkan jumlah kuman yang ada dalam tubuh pasien
Meminimalisir
pengaruh dari sebagian kecil kuman yang mungkin sudah resistan sejak sebelum
pasien mendapatkan pengobatan.
Pada
semua pasien baru, harus diberikan selama 2 bulan.
Pengobatan
secara teratur tanpa adanya penyulit setelah pengobatan selama 2 minggu daya
penularan sangat menurun.
B.
FASE LANJUTAN
Pengobatan
diberikan tiga kali seminggu
Tahap
yang penting untuk membunuh sisa sisa kuman yang masih ada dalam tubuh
khususnya kuman persister sehingga pasien dapat sembuh
Pasien
mendapat jenis obat lebih sedikit, dalam jangka waktu yang lebih lama (4-6 bln)
Mencegah
terjadinya kekambuhan.
PENGOBATAN PASEN TB ;
Paduan
OAT yang digunakan di Indonesia
Kategori 1 :
KDT:
2(HRZE)/4(HR)3.
Kombipak
: 2HRZE/4H3R3
Kategori 2 :
KDT
: 2(HRZE)S/(HRZE)/5(HR)3E3.
Kombipak
: 2HRZES/ HRZE/5H3R3E3
Kategori Anak:
KDT
: 2(HRZ)/4(HR).
Kombipak
: 2HRZ/4HR
PENGOBATAN PADA ORANG
DEWASA
TAHAP INTENSIF
PENGAWAS MENELAN OBAT ( OAT )
Persyaratan PMO
·
Seseorang yang dikenal, dipercaya dan disetujui,
baik oleh petugas kesehatan maupun pasien, selain itu harus disegani dan
dihormati oleh pasien,
·
Seseorang yang tinggal dekat dengan pasien,
·
Bersedia membantu pasien dengan sukarela,
·
Bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan
bersama-sama dengan pasien.
·
Sebaiknya PMO adalah petugas kesehatan, misalnya
bidan desa, perawat, pekarya kesehatan, sanitarian, juru immunisasi,
Tugas seorang PMO
·
Mengawasi pasien TB agar menelan obat secara
teratur sampai selesai pengobatan,
·
Memberi dorongan kepada pasien agar mau berobat
teratur,
·
Mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak
pada waktu yang telah ditentukan,
·
Memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien
TB yang mempunyai gejala-gejala mencurigakan TB untuk segera memeriksakan diri
ke RS/DPS.
PENGOBATAN PADA KEADAAN KHUSUS
1. Perempuan hamil
Semua jenis OAT aman untuk perempuan hamil, kecuali golongan
aminoglikosida (streptomisin dan kanamisin). Streptomisin tidak dapat dipakai
pada perempuan hamil karena bersifat permanent ototoxic.
2.
Ibu menyusui dan bayinya
Semua jenis OAT aman untuk ibu menyusui. Seorang ibu
menyusui yang menderita TB harus
mendapat paduan OAT secara adekuat Pengobatan pencegahan dengan INH diberikan
kepada bayi tersebut sesuai dengan berat badannya.
3.
Pasien TB Perempuan pengguna kontrasepsi
Rifampisin berinteraksi dengan kontrasepsi hormonal (pil KB,
suntikan KB, susuk KB), dapat menurunkan efektifitas kontrasepsi tersebut.
4. Pasien TB dengan hepatitis akut
Pemberian OAT ditunda sampai hepatitis akutnya mengalami
penyembuhan.
5. Pasien TB dengan kelainan hati
kronik
Dianjurkan pemeriksaan faal hati sebelum pengobatan TB. Kalau SGOT dan SGPT meningkat lebih dari
3 kali OAT tidak diberikan dan bila pengobatan telah berlangsung, harus
dihentikan . Pirazinamid (Z) tidak boleh digunakan. Paduan OAT yang dapat
dianjurkan adalah 2RHES/6RH atau 2HES/10HE.
6. Pasien TB dengan gagal
ginjal
Streptomisin dan etambutol diekskresi melalui ginjal, oleh
karena itu hindari penggunaannya pada pasien dengan gangguan ginjal. Paduan OAT
yang paling aman untuk pasien dengan gagal ginjal adalah 2RHZ/4RH.
7. Pasien TB dengan Diabetes
Melitus
Penggunaan rifampisin
akan mengurangi efektifitas obat anti diabetes oral, misalnya sulfonil
urea dosis obat anti diabetes perlu ditingkatkan. Hati-hati memberian
etambutol, karena dapat memperberat kelainan tersebut.
ALUR PEMERIKSAAN TB DEWASA








